Minggu, 04 Maret 2012

"How To Build a Life" in Kampung 99 Pepohonan-Depok

Kampung 99 Pepohonan, atau sering disebut juga dengan Kampung Rusa merupakan tempat hunian sekaligus wisata bagi keluarga yang mengangkat konsep menyatu dengan alam.
Di sini Anda dapat mengadakan acara khusus, seperti outbound untuk anak atau dewasa, arisan, family gathering, ulang tahun, menginap di rumah kayu, memancing, atau hanya untuk menikmati udara segar tanpa terganggu oleh bisingnya suara dan polusi asap kendaraan, serta makan makanan sehat di resto alami.
Angka 99 sendiri dipilih sebagai nama dari kampung ini karena 9 merupakan angka tertinggi dalam perhitungan matematika, jadi merupakan gambaran agar setiap kegiatan yang dilakukan oleh penguni atau penanggungjawab kampung ini selalu berupaya melakukan yang terbaik agar mencapai hasil yang maksimal.
Kampung ini pada awalnya tidak dibangun untuk tujuan bisnis atau dijadikan tempat wisata melainakan hanya untuk tempat hunian semata dengan tujuan awal ingin hidup sehat,yang mana benar-benar sekadar tempat tinggal bagi Eddy Jamalluddin Suedi beserta anak - anak dan menantunya serta kerabat. Tapi karena pada dasarnya keluarga cinta lingkungan lahan kosong yang mereka tempati tahun 2005 itu pun dibenahi.
Beragam jenis pohon tumbuh subur di sini seperti Pohon Maja, Trembesi, Jati Putih, Rengas, Kemang, Karet, dan masih banyak pohon-pohon langka lainnya.Selain itu di kampung ini juga terdapat rusa jenis Timorensis  yang sengaja dikembangbiakkan di sini. Untuk buah tangan atau oleh-oleh, Kampung 99 Pepohonan menjual yoghurt dari berbagai macam buah seperti sukun, kiwi, orange, strawberry, anggur, produk olahan makanan seperti nugget ikan, tempura udang, lumpia ikan,dll. Tak hanya itu kampung ini juga menyediakan bakso rusa yang dapat dinikmati langsung di tempat, carcade atau teh Arab, dan susu kambing jahe yang bisa dibawa pulang dengan harga terjangkau. pengunjung pun bisa mencoba untuk menginap di rumah kayu yang terdapat di kampung ini dengan tarif yang sesuai dengan fasilitasnya.
Lokasi yang asri,tepat untuk berfoto ria




 "How to Build a Llife" mereupakan konsep dasar yang mendasari segala kegiatan yang dilakukan di Kampung 99 Pepohonan ini. "bangunlah kehidupan, maka munculah kehidupan" begitulah kira-kira yang disampikan bapak Eddy Jamalluddin Suedi atau yang akrab disapa Abi, pada saat rombongan kami dari jurusan Usaha Perjalanan Wisata-STP Sahid-Jakarta melakukan kunjungan kesana dan berbincang dengan Abi. Awalnya jumlah penghuni kampung ini hanya sedikit, yang mana hanya berasal dari keluarga Abi. Lama kelamaan anggota keluarga yang menetap di sini pun semakin banyak, dan mereka memulai menemukan hambatan mengenai penanganan makan, pencuci pakain (laundry),dll. maka dilakukanlah musyawarah sehingga terbentuklah 1 dapur utama untuk pengurusan makanan bagi para penghuni, 1 tempat laundry yang ditangani oleh beberapa penghuni,dll agar todak terjad pemborosan pemakaian energi oleh para penghuni. untuk peternakannya sendiri, awalnya hanya dibuat untuk kepentingan pangan bagi para penghuni semata, lama-lama ternaknya makin banyak dan kemudian dipasarkan ke masyarakat luas dan menjadi bisnis yang menjanjikan.
Abi, Eddy Jamalludin Suaidi

Kata Abi, konsep marketing terbaik adalah "dari mulut ke mulut". Inilah yang terjadi di Kampung 99 ini. awalnya informasi tentang kampung ini hanya disampaikan dari mulut ke mulut oleh para pengunjung yang sudah mengunjungi, akhirnya makin banyak orang yang tau, alhasil banyak stasiun TV yang datang dan meliput kampung 99 ini. 6 hal utama yang diperhatikan di Kampung 99 ini adalah 1.Pangan, 2.Sandang, 3.Papan, 4.Kesehatan, 5.Pendidikan, 6.Energi. Jika ke-enam aspek ini telah dapat terpenuhi, apa lagi yang dibutuhkan? jawabannya, tidak ada. Abi berkata "kalau ada konsep, harus ada alam, baru ada perilaku". Itu juga yang Abi terapkan dalam pengembangan kampung 99 ini. Ia mempunyai konsep hidup sehat, mencari alam untuk konsep hidup sehat ini, maka terciptalah perilaku hidup sehat.

Foto bersama Dengan Abi

2 komentar:

  1. Nilai 85

    Cukup bagus, coba melihatnya dari sudut pandang yg lain misalnya bagaimana untuk memsosialisasikan konsep tersebut kepada public..sehingga konsep tersebut bisa dijadikan contoh untuk kota/kabupaten di Indonesia.

    Fokuskan pada konsep yang menjadi inspirasi pengembangan objek tersebut oke.

    BalasHapus
  2. iya bu..
    terimakasih, kedepannya akan lebih diperhatikan lagi :)

    BalasHapus